Sabtu, 30 Juli 2011

Tugas Laporan Hasil Observasi

LOGOC-UJ.JPG





TUGAS LAPORAN HASIL OBSERVASI
 di PERKEBUNAN-WIDODAREN





                     Nama Kelompok : 1. Eka Nofa Hermawan             ( 091910201076 )
                                                   2. Moh. Alfian Rizqon F            ( 091910201021 )
                                                   3. Rizki Kurniawan                    ( 091910201033 )
                                                   4. Gamma Aditya R                   ( 091910201036 )
                           5. Yusuf Nur Afandi                 ( 091910101029 )

UNIT PELAKSANA TEKNIS ( UPT Mata Kuliah Umum )
UNIVERSITAS JEMBER
TAHUN  AJARAN 2009 / 2010
KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum wr.wb
         ISBD ( Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ), mata kuliah ini memahami dan mempelajari tentang ilmu-ilmu sosial dan budaya yang ada di dalam masyarakat, terutama masyarakat Indonesia. Adapun visi dan misi mata kuliah ini antara lain :
         a Visi : Memberikan landasan dan wawancara yang lurus serta menumbuhkan sikap kritis dan arif untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan martabat manusia dalam bermasyarakat sebagai makhluk individu dan sosial yang beradab. Serta bertanggung jawab kepada sumber daya manusia dan –juga alam sekitarnya.
         a Misi : Perkembangan mahasiswa sebagai manusia terpelajar dan kritis,arif dan peka dalam memahami keragaman dan kesetaraan serta kekerabatan manusia yang dilandasi estetika,etika dan juga moral.
         Di dalam makalah kami ini, kami mengambil tema perkebunan yang merupakan salah  satu tugas kami dalam mata kuliah ISBD. Mengapa kami mengambil tema perkebunan, karena di Indonesia ini mata pencaharian penduduknya lebih banyak pada bidang pertanian,perkebunan dan nelayan. Itu tidak lepas karena Indonesia merupakan negara agraris dan juga maritim. Pada kesempatan kali ini kelompok kami melakukan observasi di salah satu perkebunan di Kelurahan Badean,Kecamatan Bangsalsari,Kabupaten Jember.
         Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana hasil dari observasi yang telah kami lakukan, Anda dapat membaca dan memahami isi dari makalah kami ini. Apabila ada kesalahan penulisan kata, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi anda yang membacanya. Sekian kata-kata pengantar dari kami, kami mengucapkan terima kasih.
Wassalamu alaikum wr.wb

i

PENDAHULUAN
         Secara garis besar, latar belakang dilakukannya observasi tentang kehidupan sosial dan budaya masyarakat ini adalah agar kita dapat mengembangkan kesadaran kita untuk menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan dan kemartabatan manusia sebagai makhluk sosial. Selain itu, latar belakang dilakukannya observasi ini adalah agar dapat memberikan landasan bagi pembacanya mengenai pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan dalam mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat nantinya, tentunya sebagai makhluk sosial serta beradab dalam mempraktekkannya dalam proses akademik dan menerapkan keahlian yang dimiliki untuk masyarakat luas demi kepentingan bersama.
         Rumusan masalah yang kami angkat dalam observasi ini antara lain adalah mengenai: 1.Mata pencaharian masyarakatnya baik dalam sistem distribusi,produksi dan pengolahan hasil 2.Sistem kemasyarakatan yang dianut termasuk kekerabatan,politik,hukum, dan juga tata cara perkawinan 3.Sistem pengetahuan masyarakat dalam hal perspektif komunitas sosial 4.Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari 5.Kehidupan religi dan beragama baik itu kepercayaan yang dianut serta kegiatan keagamaan yang biasa dilakukan 6.Kesenian yang berkembang di masyaraat baik itu seni musik maupun seni rupa 7.Peralatan dan perlengkapan yang mendukung mereka dalam kehidupan sehari-hari mulai dari pakaian,rumah,transportasi dan alat-alat rumah tangga.
         Demikianlah sedikit tentang latar belakang dan rumusan masalah dari observasi yang kami lakukan, yang semuanya menjadi landasan hasil yang diperoleh bisa bermanfaat bagi orang banyak dan adapat dijadikan referensi dan pedoman kami untuk melakukan observasi ini dengan sebaik-baiknya agar nantinya bagi observasi-observasi lainnya yang mungkin akan kami lakukan selanjutnya.     
          


ii

TUJUAN dan MANFAAT
Yang Didapat Dalam Observasi ini

a Tujuan :
1.      Agar nantinya masyarakat yang berada di daerah tersebut dapat memajukan nilai-nilai perekonomian, nilai kepercayaan serta nilai sosial yang nantinya dapat membuat taraf hidup masyarakat di daerah tersebut dapat meningkat.
2.      Memberikan motivasi pada masyarakat di daerah tersebut untuk lebih banyak menemukan hal-hal baru yang dapat meningkatkan hasil panen yang diperoleh serta meningkatkan harga jual sesuai dengan harga pasar.
3.      Untuk mengetahui kehidupan masyarakat di daerah perkebunan baik dalam hal sosial maupun budaya.
4.      Memenuhi tugas mata kuliah ISBD ( Ilmu Sosial dan Budaya Dasar )

aManfaat :
1.      Agar kita dapat memahami dan mengetahui tentang cara-cara dan manfaat dalam berkebun.
2.      Agar kita memahami cara memanfaatkan lahan produktif untuk dijadikan hal-hal yang bermanfaat.
3.      Dapat menumbuhkan rasa keingintahuan tentang nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat, agar dapat dijadikan modal bagi kita dalam kehidupan bermasyarakat.
4.      Menumbuhkan sikap yang kritis dengan lingkungan sekitar, arif terhadap masyarakat disekililing kita dan meningkatkan kerjasama antar teman.






iii


DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………..i
Pendahuluan…………………………………………………………………………..ii
Tujuan dan Manfaat…………………………………………………………………...iii

Bab . I  Mata Pencaharian
Penjelasan……………………………………………………………..………………1
Sistem Produksi……………………………………………………………………….1
Sistem Distribusi………………………………………………………………………1
Kendala dalam Sistem Produksi…………………………………………………..1 – 2
Bab . II  Sistem Kemasyarakatan
Kekerabatan Politik……………………………………………………………………2
Sistem Perkawinan…………………………………………………………………….2
Bab . III  Sistem Pengetahuan
Perspektif Komunitas Sosial…………………………………………………………...3
Kegiatan Rutin Warga………………………………………………………………….3
Kualitas Pendidikan………………………………………………………………...3 - 4
Bab . IV  Bahasa
Bahasa Lisan………………………………………………………………………...…4
Bab . V    Religi
Sistem Kepercayaan…………………………………………………………………...4
Kegiatan Keagamaan………………………………………………………………….4
Bab . VI  Kesenian
Seni Rupa……………………………………………………………………………...5
Seni Musik…..................................................................................................................5
Bab . VII  Peralatan dan Perlengkapan Manusia
Sistem Transportasi……………………………………………………………………5
Alat Memasak……………………………………………………………………...5 - 6
Tipe Rumah……………………………………………………………………………6
Kesimpulan
Kesimpulan……………………………………………………………………………7
Lampiran Gambar dan Objek
Saat mewancarai warga sekitar……………………………………………………….8
Kegiatan pengolahan hingga pengemasan hasil kebun……………………………….9
Kegiatan dan hasil karya warga Widodaren………………………………………….10
Kegiatan saat di perkebunan………………………………………………………….11
Penutup
Penutup……………………………………………………………………………….12














I.                   Mata  Pencaharian ( Sistem Distribusi, Sistem Produksi, dan Pengolahan Hasil )
         Sebagian besar mata pencaharian penduduk di daerah perkebunan widodaren adalah sebagai buruh di perkebunan kopi, karet, kakao dll. Karena di daerah ini merupakan dataran tinggi yang sangat cocok untuk  berkebun terutama tanaman palawija seperti kopi, kakao dll. Setiap hari penduduk di daerah ini memulai aktivitasnya berangkat menuju kebun pada pukul 06.00-13.30 (untuk pegawai tetap ) dan pukul 06.00-11.00 (untuk pegawai borongan/lepas). Penghasilan yang mereka dapatkan dari bekerja di kebun ini adalah perbulan-nya sekitar 350 ribu.
         Untuk sistem produksi yang dilakukan di perkebunan ini lebih banyak dan dominan pada tanaman karet, kopi dan kakao. Khusus untuk tanaman kopi dan kakao masa panennya hanya dapat dilakukan 1-2 kali saja tiap tahunnya, namun untuk tanaman karet dapat diambil getahnya setiap hari. Namun secara garis besar, sistem penanaman tanaman yang dilakukan di perkebunan ini adalah dengan menanam tanaman yang harga jualnya sedang tinggi di pasaran agar hasil dari perkebunan ini masih dapat bersaing dengan perkebunan yang lainnya.  Semua hasil kebun yang diperoleh nantinya akan melalui pengolahan di pabrik yang letaknya juga berada di perkebunan ini. Mulai dari tahap penyortiran, pemasakan, hingga pengemasan. Namun di tempat ini semua hasil panen hanya diolah menjadi bahan ½ matang saja, yang kemudian bahan yang sudah ½ matang ini akan didistribusikan menuju gudang untuk dikumpulkan dan didata. Selanjutnya dari gudang ini semua bahan-bahan yang sudah matang maupun yang masih ½ matang akan segera didstribusikan kepada pengolahan selanjutnya. Yang menjadi tujuan utama pendistribusian dari hasil panen perkebunan widodaren ini adalah tujuan eksport ke berbagai Negara di asia maupun eropa.
         Hanya saja semua itu masih banyak terkendala sistem komunikasi dan transportasi yang masih sangat minim. Warga sangat mengharapkan agar sistem komunikasi dan transportasi dapat diperbaiki agar nantinya dapat meningkatkan hasil yang mereka peroleh. Belum lagi kendala seperti adanya hama yang merusak tanaman dan secara otomatis akan mengurangi hasil panen mereka.
1
 
         Selain menjadi buruh perkebunan warga di sekitar perkebunan widodaren ini juga memiliki pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Antara lain adalah mereka beternak hewan seperti sapi, kambing dll. Ada juga sebagian warga yang menjadi pemburu hewan seperti babi hutan untuk dijual dagingnya ataupun ada juga yang berburu serangga untuk kemudian diawetkan menjadi semacam hiasan.
         Begitulah sedikit cuplikan tentang bagaimana mata pencaharian yang dilakukan warga di perkebunan widodaren mulai dari sistem produksi, sistem distribusi sampai dengan pengolahan hasil kebunnya. Di tambah dengan mata pencaharian tambahan yang dilakukan warga perkebunan widodaren untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

II.                Sistem Kemasyarakatan ( Kekerabatan Politik, Sistem Hukum & Tata Cara Perkawinan )
         Untuk masyarakat di daerah perkebunan widodaren memiliki kekarabatan politik yang sangat erat dan kuat. Sistem politik yang diterapkan di daerah ini adalah bebas, dapat kita ambil contoh apabila pada saat penyelenggaraan Pemilihan Umum ( PEMILU ) masyarakat diberi kebebasan untuk menentukan pilihannya masing-masing tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Hal ini di karenakan untuk menghindari terjadinya salah paham dan kecemburuan sosial yang berujung pada perselisihan antar warga akibat adanya intervensi tertentu yang tidak sesuai dengan kemauan mereka secara individu. Karena tentunya apabila hal itu sampai terjadi maka akan juga berpengaruh pada kegiatan perkebunan yang dapat merugi akibat terjadi perselisihan. Karena hal inilah kekerabatan politik yang berkembang di dalam masyarakat menjadi sangat erat dan mudah diterima oleh masyarakat di daerah perkebunan widodaren.
2
 
         Sedang untuk kegiatan perkawinan yang biasanya dilakukan oleh masyarakat di daerah ini adalah cenderung menggunakan adat Jawa dan hanya sebagian kecil yang menggunakan adat Madura. Adat Jawa banyak digunakan karena memang mayoritas masyarakat yang tinggal di daerah ini adalah berasal dari Pulau Jawa, dan hanya sebagian yang merupakan masyarakat pendatang dari luar Pulau Jawa. Itupun telah berbaur dengan budaya dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat yang asli Pulau Jawa, sehingga perbedaan kultur budaya antar warga dalam konteks pelaksanaan perkawinan yang dilakukan di daerah ini hamper tidak terlihat karena kenyataannya budaya Jawa memang mendominasi. Namun hal ini tidak menjadi sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya perselisihan antar warga akibat adanya perbedaan kultur budaya, karena pada dasarnya semua masyarakat dapat menerima dengan baik kebudayaan yang diterapkan selama ini.
III.             Sistem Pengetahuan ( Perspektif Komunitas Sosial )
         Untuk masyarakat di daerah perkebunan widodaren memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi antar warganya, hal ini terbukti dengan banyaknya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh warga yang bertujuan untuk meningkatkan rasa solidaritas antar warga. Dapat kita ambil contoh warga masyarakat sering melakukan kegiatan kerja bakti bersama untuk membersihkan lingkungan, apabila ada warga yang sedang membutuhkan pertolongan( membangun atau merenovasi rumah ) warga lain tidak segan-segan untuk membantu. Hal-hal seperti inilah yang membuat hubungan sosial antar warga terjalin sangat erat dan kuat.
         Kegiatan lain yang biasa dilakukan masyarakat untuk tujuan yang sama adalah dengan melakukan kegiatan olahraga bersama, setiap hari selasa dan jum’at sore biasanya dilakukan olahraga seperti badminton dan sepakbola yang tidak hanya diikuti oleh kaum remaja namun juga para orang tua. Sehingga kegiatan mereka untuk saling bertukar pikiran tidak hanya pada saat bekerja saja, namun juga pada saat-saat dimana mereka melakukan aktivitas bersama seperti olahraga ini. Selain tentunya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat di daerah perkebunan widodaren. Khusus untuk bulan agustus biasanya dilakukan kegiatan lomba-lomba yang juga diikuti oleh warga, yang bertujuan selain untuk memperingati HUT Republik Indonesia tetapi juga bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan yang tinggi antar warga perkebunan widodaren.
         Untuk sistem pengetahuan dan pendidikan di kalangan masyarakat perkebunan widodaren, secara kasat mata berjalan dengan baik. Terbukti dengan sudah adanya lembaga pendidikan meskipun masih tingkat sekolah dasar, namun menurut para warga dengan adanya sekolah dasar ini tentunya akan menambah pengetahuan mereka tentang pendidikan, terutama untuk anak-anak mereka. Hal ini dibuktikan, meskipun sarana dan prasarana yang digunakan masih tidak selengkap sekolah yang ada di kota dan juga keterbatasan komunikasi dengan dunia luar seperti belum masuknya internet dan susahnya mencari sinyal komunikasi di daerah ini namun tidak menyurutkan keinginan mereka untuk tetap bersekolah dan menuntut ilmu. Dan tidak sedikit pula masyarakat asli perkebunan widodaren yang melanjutkan pendidikan menengah pertama, menengah atas bahkan hingga perguruan tinggi yang terdapat di kota.
3
 
         Semua hal itu membuktikan bahwa tingkat solidaritas yang terbentuk di dalam masyarakat sangatlah kuat dan benar-benar dijunjung tinggi oleh masyarakat. Dan tentunya masyarakat di daerah perkebunan widodaren sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya pendidikan untuk kemajuan pengetahuan mereka.
IV.             Bahasa
         Bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat di daerah ini adalah mayoritas menggunakan bahasa Madura, bahasa Madura banyak digunakan dalam berbagai kegiatan warga. Mulai dari bekerja maupun melakukan kegiatan-kegiatan diluar jam kerja. Meskipun mayoritas penduduknya berasal dari pulau jawa namun bahasa Madura telah menjadi kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini disebabkan karena memang di lingkungan daerah Kec. Bangsalsari juga banyak terdapat penduduk pendatang dari pulau Madura. Namun juga terdapat beberapa warga yang dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia seperti pada biasanya.Hal inilah yang menjadi salah satu sistem yang menyulitkan kami pada saat melakukan observasi kehidupan budaya di daerah perkebunan widodaren.
V.                Religi ( Sistem Kepercayaan dan Kegiatan Keagamaan )
         Untuk agama yang dipeluk masyarakat di daerah perkebunan adalah 100% memeluk agama islam. Hal ini semakin didukung dengan seringnya diadakan kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh para warga. Salah satu contohnya adalah  untuk setiap malam jum’at dan malam selasa biasanya diadakan acara pengajian yang dilakukan secara rutin dengan sistem bergilir dari rumah penduduk satu ke rumah penduduk lain setiap kali pengajian diadakan. Selain tentunya adapat meningkatkan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT, kegiatan ini juga dapat memupuk rasa kebersamaan yang tinggi antar masyarakat.
4
 
         Selain pengajian rutin yang dilakukan setiap malam jum’at dan malam selasa, masyarakat di daerah ini biasanya juga melakukan kegiatan hataman Al-Quran yang dilakukan rutin setiap 1 bulan sekali, yang pada pelaksanaannya juga memakai sistem bergilir dari rumah penduduk satu ke rumah penduduk lain, namun tidak jarang pula diadakan di masjid yang letaknya berada di desa ini juga. Hal-hal inilah yang membuktikan bahwa tingkat religi masyarakat di daerah perkebunan widodaren dapat dikatakan sangat tinggi. Selama melakukan observasi kami juga merasakan hal yang sama pada saat melakukan shalat Jum’at berjamaah di masjid sekitar daerah tersebut, dapat terlihat bahwa antusias warga untuk mengikuti shalat Jum’at sangat tinggi, terbukti dengan jumlah jamaah yang  sangat banyak.
VI.             Kesenian ( Seni Rupa dan Seni Musik )
         Untuk mengisi waktu luang setelah bekerja, biasanya banyak masyarakat yang membuat ukir-ukiran yang terbuat dari sisa-sisa akar kopi maupun pohon-pohon yang ada di perkebunan. Biasanya ukiran yang mereka buat bervariasi mulai dari bentuk asbak, pot bunga, dan hiasan rumah lainnya. Selain untuk mengisi waktu luang mereka tentunya hal ini juga sebagai salah satu cara mereka untuk menambah penghasilan mereka guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena hasil karya mereka boleh dibilang memiliki tingkat seni yang tinggi dan memiliki harga jual yang lumayan tinggi. Ternyata kreativitas yang mereka ciptakan dengan memanfaatkan sisa-sisa akar-akaran yang terdapat di perkebunan dapat membantu mereka untuk menambah penghasilan.
         Selain membuat ukiran dari sisa-sisa akar pepohonan, masyarakat di sekitar perkebuna widodaren juga ada yang membuka usaha meubel yang bahannya juga memanfaatkan kayu yang ditanam di sekitar perkebunan, misalnya saja kayu mauni yang banyak ditemui di perkebunan widodaren
         Untuk seni musik, masyarakat perkebunan widodaren sendiri tidak memiliki khas daerah mereka. Hanya saja setiap 1 tahun sekali tepatnya pada saat panen besar tiba biasanya masyarakat di daerah perkebunan widodaren mendatangkan kesenian gamelan dan tari janger dari Kab. Banyuwangi, hal ini dilakukan selain untuk hiburan bagi masyarakat di daerah perkebunan widodaren juga sebagai bentuk rasa syukur mereka atas hasil panen yang melimpah dan agar nantinya pada saat panen tahun depan hasilnya lebih baik dari panen tahun ini.
VII.          Peralatan dan Perlengkapan yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-hari
         Dalam hal peralatan dan perlengkapan yang digunakan masyarakat dalam kehidupan mereka sehari-hari sebenarnya tidak jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Untuk sistem transportasi yang banyak digunakan warga dalam kegiatan sehari-hari adalah menggunakan sepeda motor dan untuk mengangkut hasil panen dari perkebunan ke pabrik pengolahan biasanya digunakan pick up maupun truk.
5
 
         Untuk memasak, bahan bakar yang banyak warga gunakan adalah kayu bakar yang jumlahnya memang banyak didaerah ini. Namun ada pula sebagian warga yang telah menggunakan gas elpiji khususnya ukuran 3 kg yang merupakan bagian dari program pemerintah yaitu konversi minyak tanah ke gas elpiji. Namun banyak warga yang tidak memanfaatkan hal ini dikarenakan masih takut untuk menggunakan gas elpiji akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah tentang bagaimana cara aman untuk menggunakan gas elpiji.
         Untuk tipe rumah yang ada di perkebunan widodaren termasuk dalam kategori sederhana, semua rumah yang berada di lingkungan ini memiliki model dan tipe yang sama karena merupakan perumahan yang telah disediakan oleh pihak perkebunan. Namun untuk perlengkapan di dalam rumah bervariasi tergantung dari masing-masing individu. Mulai dari televisi, radio dan perabotan rumah tangga yang lain.
         Setiap rumah juga telah dilengkapi oleh sistem MCK yang cukup memadai, mulai dari sumber air dan kamar mandi yang semuanya telah tersedia di setiap rumah warga. Untuk jumlah bangunan rumah yang ada di perkampungan ini ada sekitar 60 unit yang terdiri dari ± 55 kepala keluarga ( KK ).
        
        



6
 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       




                                                                                                                                               
6
 
 

KESIMPULAN
         Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil observasi yang kami lakukan adalah bahwa masyarakat yang tinggal di daerah terpencil memiliki rasa solidaritas yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Jauh dari rasa solidaritas yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat yang tinggal di perkotaan. Meskipun sarana dan prasarana yang mendukung masyarakat di daerah perkebunan widodaren terbilang tidak selengkap dan sebanyak masyarakat di perkotaan, namun hal ini justru menjadi faktor yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin sangat erat di antara masyarakatnya.
         Namun yang perlu diperhatikan dari kehidupan masyarakat di daerah perkebunan widodaren ini adalah mereka sangat membuka sarana komunikasi yang lebih baik, sarana transportasi yang  lebih layak terutama akses jalan menuju perkampungan ini yang terbilang sangat sulit untuk menjangkaunya. Tentunya harapan mereka ini agar lebih memudahkan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari khususnya untuk kegiatan perkebunan. Baik mulai dari sistem produksi, sistem distribusi maupun pengolahan hasil yang diperoleh. Dan yang lebih penting agar nantinya kualitas pendidikan yang dimiliki masyarakat di daerah perkebunan widodaren bisa menjadi lebih baik lagi dari sekarang. Yang nantinya juga akan bermanfaat bagi kemajuan taraf kehidupan masyarakat di daerah ini.









7
 
 

PENUTUP
         Demikianlah  laporan hasil observasi kami tentang bagaimana kehidupan sosial, kehidupan budaya dan juga kehidupan bermasyarakat yang terdapat di Perkebunan Widodaren, Kelurahan Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Semoga apa yang telah kami lampirkan dalam makalah ini dapat dijadikan bahan referensi untuk observasi-observasi selanjutnya yang mungkin akan dilakukan. Kami juga berharap semoga makalah ini mendapat apresiasi lebih dari para pembaca agar mendapatkan nilai lebih saat penilaian yang dilakukan oleh dosen pembimbing.
         Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami dalam kegiatan observasi yang kami lakukan dan juga dalam penyusunan makalah ini. Kami berharap agar data dan penjelasan yang kami sampaikan dalam makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan tentunya bagi para penduduk di Perkebunan Widodaren agar nantinya kehidupan sosial, kehidupan budaya maupun kehidupan bermasyarakat mereka akan menjadi lebih baik lagi kedepannya.
         Demikianlah sedikit cuplikan yang kami bisa sampaikan lewat makalah ini, apapun kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam makalah ini kami mengucapkan terima kasih.
12
 
                                                                                                                        











                                                                        
LAMPIRAN GAMBAR DAN OBJEK SAAT OBSERVASI
1.      Saat Meminta Keterangan Kepada Narasumber

Foto0104.jpgx.jpgDSC00014.JPGx.jpg





Oval: Yusuf dan Gamma mewancarai salah satu wargaOval: Pimpinan Pabrik pengolahan saat diwawancarai                                

Foto0102.jpgx.jpg
Oval: Gamma mewancarai salah satu warga Oval: Gamma mewancarai salah satu tokoh masyarakat
Oval: Tokoh Masyarakat saat diwawancarai
Foto0105.jpgx.jpg








Foto0108.jpgx.jpg







8
 
                                                                                                                                                               

2.      Sistem Produksi dan Pengolahan Hasil

DSC00325.JPGx.jpgDSC00345.JPGx.jpg



                                                                                                                                                              

Oval: Pengolahan getah karet di pabrik pengolahan Oval: Karet setengah jadi yang akan dikemas
Oval: Pengolahan getah karet menjadi bahan ½ jadi Oval: Pengemasan karet ½ jadi untuk didistribusikan
Oval: Contoh bahan karet ½ jadi yang siap didistribusikan






0
 

DSC00310.JPGx.jpgDSC00349.JPGx.jpg









DSC00346.JPGx.jpg
                                                                                                                                              






9
 
 


3.      Kegiatan Masyarakat di Perkebunan Widodaren
Oval: Antrian sebelum berangkat menuju perkebunan






0
Oval: Kegiatan badminton yang dilakukan warga






0
Oval: Shalat Jum’at berjamaah di masjid






0
Oval: Warga sedang menuju perkebunan






0
Oval: Salah satu kerajinan yang dihasilkan warga Widodaren
DSC00108.JPGx.jpgDSC00019.JPGx.jpgDSC00113.JPGx.jpgDSC00052.JPGx.jpg

















DSC00037x.jpgDSC00038x.jpg






10
 
                                                                                                                  

4.      Kegiatan saat berada di Perkebunan
Oval: Proses pengambilan getah pohon karet
Oval: Rizki saat meninjau pohon kopi yang ada di perkebunan
Oval: Rizki saat meninjau hasil getah karet yang diambil
Oval: Gamma saat meninjau pohon kakao di perkebunan
Oval: Saat meninjau sistem irigasi yang ada di perkebunan
11
 
DSC00177x.jpgDSC00157x.jpgDSC00202x.jpgDSC00197x.jpgDSC00168x.jpg

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda